224631
Peta Potensi Daerah Provinsi Banten

Di wilayah Banten, kegiatan vulkanis dan magmatik dimulai sejak kala Eosen, seperti yang tersingkap terutama di sekitar Bayah dan Cidahu yang merupakan bagian atas dari Formasi Bayah dimana batuan sedimen pada bagian ini mulai disisipi oleh batuan piroklastik. Selanjutnya diendapkan batuan gunungapi Formasi Cikotok yang terdirir atas breksi gunungapi, tufa, lava, batuan terubah dan urat-urat kuarsa. Pada kala Miosen terjadi proses magmatik yang sangat signifikan dengan terbentuknya batuan-batuan terobosan diorit, diorit kuarsa dan dasit, sedangkan fulkanisme menghasilkan batuan andesitik. Hasil kegiatan megmatik dan vulkanisme menurut hasil penelitian para ahli terjadi sampai akhir zaman Kuarter menghasilkan batuan-batuan gunungapi, G. Halimun, G. Endut, G. Karang, dll, serta piroklasik Tufa Banten. Selain batuan hasil kegiatan magmatisme dan vulkanisme tersebut di atas juga terdapat batuan sedimen sebagai selingan yang mengisi cekunbgan antar pegunungan atau lereng samudera di sebelah selatan dan cekungan paparan benua di sebelah utara. Dari jenis litologinya, disebelah selatan umumnya berupa sedimen marin yang berumur tua, sedangkan disebelah utara berupa endapan permukaan dan endapan pantai yang berumur muda.
Kondisi alam yang terbentuk di wilayah Banten menghasilkan sumber daya mineral da pertambangan yang cukup besar. Daerah berbatuan gunung api tua yang diterobos oleh batuan instusif yang lebih muda, merupakan tempat kedudukan mineralisasi logam dasar dan logam mulia seperti timbal, besi dan emas.
Sedangkan daerah berbaruan gunung api lebih muda merupakan daerah prospek untuk bahan galian industri seperti batu pasir kuarsa, batu gunung, bentonit, zeolit, lempung, toseki dan tras. Selain itu daerah berbatuan sedimen tua da muda sangat erat kaitannya dengan keterpadatan batu bara dan batu gampling.
Sebaran Bahan Galian dan Potensi Unggulan Bahan Galian
Bahan galian logam dan non logam mempunyai penyebaran hampir diseluruh diwilayah Provinsi Banten dengan kecendrungan sebaran terbanyak menempati wilayah Provinsi Banten bagian selatan yang meliputi Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak. Keberadaan berbagai jenis bahan galian tersebut, sangat dipengaruhi oleh kondisi geologi yang terutama di wilayah Banten bagian Selatan dimana kondisi geologi wilayah tersebut sangat mendukung keterdapatan berbagai bahan galian seperti bahan bahan galian logam berupa : emas, perak, tembaga, timbal, seng dan bahan galian non logam seperti fosfat, zeolith, marmer, batuapung, tars, lempung, andesit, sirtu, batu sempur dan pasir kuarsa. Sedangkan Batubara tersebar di Kab. Lebak dan Kab. Pandeglang.
Dalam rangka lebih menfokuskan usaha pertambangan di Provinsi Bantenada beberapa jenis bahan galian yang menjadi unggulan, antara lain emas, pasir kuarsa, zeolith, batu sempur, batu gamping, batu apung dan batubara.
Untuk potensi gas dan minyak bumi, sementara ini, Pemerintah Pusat sedang menawarkan blok Ujung Kulon untuk kegiatan eksplorasi. Untuk mendukung kebutuhan air baku terutama di daerah kawasan industri dapat dimanfaatkan air tanah yang potensinya cukup menjajikan.
|
|
Potensi Daerah Objek Pertambangan |
|
|
|
Pertambangan Metal (39) potensi | Pertambangan Non Logam (78) potensi |
||
![]() |
|||
|
|
Potensi Daerah Usaha Pertambangan |
|
|
|
Pertambangan Metal (0) potensi | Pertambangan Non Logam (0) potensi |
||
![]() |
|||
|
|
Potensi Daerah Objek Energi |
|
|
|
Energi Listrik (97) potensi Mikrohidro (0) potensi | Sumber Air Panas (44) potensi |
||
![]() |
|||
|
|
Potensi Daerah Usaha Energi |
|
|
|
Energi Listrik (1) potensi Mikrohidro (0) potensi | Sumber Air Panas (0) potensi |
||
![]() |
|||
Potensi-potensi Daerah Provinsi Banten
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
||








